Rendah Hati dan Maha Tinggi

Siapapun harus memiliki sifat rendah hati , agar bisa bertemu Sang Maha Tinggi.(Rabindranath Tagore, dikutip Gde Prama, Percaya cinta percaya keajaiban)

Benar2 menarik saat Gde Prama mendefinisikan sang Maha Tinggi tidak hanya Tuhan semesta , tapi juga jabatan tinggi,pangkat dan kekuasaan yang tinggi. Siapapun tentu saja tidak ingin disombongi dan membenci kesombongan orang lain. Akan lebih mudah bagi seseorang untuk memberi ilmu dan berkawan dengan kita, jika kita tidak sombong.

Bagaimana dengan “harga diri”, gengsi , arogansi dan sebagainya?.

Akan ada harga yang harus dibayar untuk bertemu sang maha tinggi. Kesabaran menjalankan itu semua adalah pohon pahit yang berbuah manis.

Saya jadi teringat kisah iblis yang harus jatuh dari jabatannya selaku hamba sholeh menjadi hamba hina selamanya, hanya karena kesombongan diri karena terbuat dari api.

Apakah sombong itu ?

nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda “Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: “(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus”, Beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang lain” (HR. Muslim)

Tuhanku yang berkuasa atas alam sadar dan bawah sadarku, jauhkan aku dari sikap sombong.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: