Just Do It

Salah satu kalimat favorit saya dalam novel laskar pelangi adalah tentang konsep usaha. “Orang yang berusaha seperti memilih buah dengan mata tertutup, dia tak tahu buah apa yang dia dapat. apakah buah yang dia inginkan atau tidak,  tapi dia pasti mendapatkan buah “. Jika kita menoleh pada sejarah, banyak sekali penemuan-penemuan yang diakibatkan oleh ketidak sengajaan. Banyak sekali buah-buahan baru yang bisa diperoleh dari usaha untuk mendapatkan buah-buahan yang lain.
Contoh terkenal dari hal ini adalah penemuan benua amerika oleh columbus yang sebenarnya berniat mencari india.


Dalam berusaha pun terkadang banyak sekali halangan untuk melaksanakan, terutama, halangan terbesar  dari diri kita sendiri selaku pelaksana dari usaha. Adakalanya karena proses perencanaan yang berbelit-belit, niat yang tidak ikhlas dan lain sebagainya.
Dalam konteks organisasi sudah seharusnya ada proses perencanaan dan persiapan infrastruktur untuk melaksanakan hal tersebut. Dalam konteks personal pun ada yang disebut sebagai niatan  selain perencanaan fisik.
Namun jika perencanaan justru memakan resource lebih banyak dari pelaksanaan, sudah selayaknya kita mencoba untuk lebih berani dalam bertindak dan mengambil resiko. Berdasarkan artikel yang saya baca di suatu majalah bisnis, kebanyakan eksekutif yang sukses adalah para maniak eksekusi.

Dalam tataran personal pun,  seringkali kita ‘diganggu’ oleh niatan, apakah niat kita memang sudah tulus. Bagaimana jika kebaikan kita justru diterjemahkan buruk oleh orang lain aneh yang akhirnya membuat kita tidak jadi melaksanakannya. Untuk hal ibadah ini, saya baru tahu ada statemen dari ahli fiqh Fudhail bin Iyadh ra (yang sayangnya kurang populer) yang mengajarkan bahwa  Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’‘ “.
Nantinya tentu saja, kita harus mengevaluasi apakah pelaksanaan kita sudah mendapatkan buah yang kita inginkan, atau malah mendapatkan buah lain apakah buah yang manis ataukah mengkudu pahit. Kalo toh memang pahit, bagaimana kepahitan itu bisa sesegera mungkin menjadi obat.

Terkadang saat pintu tertutup, seribu pintu lain terbuka, namun kita terlalu menangisi pintu yang tertutup sehingga pintu yang terbuka tidak terlihat

1 comment so far

  1. guss on

    Assalamu’alaikum..!
    menarik sekali… konfirmasi kepada pribadi apakah kita sanggup menjadi pengambil keputusan untuk hidup kita sendiri.. ya.. just do it!

    waalaikum salam ,semakin cepat memutuskan semakin baik, jika tidak memutuskan, maka berarti memutuskan untuk tidak berubah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: