Mengenal Tuhan, kenikmatan terbesar

Beberapa saat , entah bulan entah tahun, yang lalu, saat ada seorang teman yang mengatakan bahwa kenikmatan terbesar adalah memeluk agama islam. saya hanya tersenyum. Namun didalam hati saya bertanya apa sebenarnya maksud dia? Terkena kewajiban sholat, zakat, puasa, haji dan seperangkat larangan dan perintah? itu yang disebut kenikmatan terbesar?.. well saya hanya tersenyum saja karena memahami kondisinya yang tampaknya memang selalu meyakinkan dirinya bahwa hal2 semacam itu selalu terasa nikmat. Tanpa mencoba mencari kenikmatan yang lain.(tentu saja yang tidak bertabrakan dengan norma2 yang berlaku di masyarakat).

Entah apakah persepsi saya dan dia sama, walaupun secara bahasa beda, Tetapi semakin bertambah usia Permasalahan semakin banyak dan semakin rumit , semakin saya mengakui kebenaran statementnya.. Mengenal Tuhan, paling tidak mengenal adanya existensi dan sifat2nya.. yang kebetulan dikenalkan oleh agama saya.
adalah kenikmatan terbesar. Sebagaimana kenikmatan setetes embun ditengah padang pasir yang panas. Karena mengenal Tuhan, saya bisa bertahan disaat semua dunia menghajar diri, karena adanya keyakinan bahwa ini semua cobaan agar kita semakin bertakwa. Disaat semua menjauh, ada keyakinan bahwa masih ada yang bisa kita dekati dan mendengar doa kita. Karena mengenal Tuhan, yang maha memberi rejeki, kita bisa memiliki harapan untuk berusaha. Disaat semua berlaku tidak adil, masih ada keyakinan bahwa akan ada keadilan di hari akhirat kelak, dan memberi harapan untuk berusaha menjadi yang adil diantara umat manusia. Disaat raja kegelapan munculpun masih ada harapan bahwa ada kekuatan lain yang bisa mengalahkannya.
Dengan keyakinan2 itulah, paling tidak bisa menjadi obat alamiah yang mengurangi beban pikiran, termasuk ketakutan2 yang tidak perlu, sehingga pikiran bisa lebih fokus kepada permasalahan sehingga ketakutan yang sebenarnya tidak muncul.. bukankah ketakutan yang datang lebih awal adalah suatu yang sangat  berbahaya?

1 comment so far

  1. guss on

    subhanallah…
    kenikmatan selain itu hanya fatamorgana

    sebenarnya bukan fatamorgana sih mas .. makanan enak, istri cantik, anak sholeh, rumah bagus .. itu semua riil .. tapi jika semua itu hilang , hanya Tuhanlah yang kita kenal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: