Nikmati Duniamu

Siapapun sy & anda, bgmn hitam kelamny masa lalu kt, mari kt hntikan kebodohan kt dlm mncari ksngan dunia sesaat mnuju kbhagian brtatap dg Allah d surgaNya. 1429H
(9 Januari 08)


Setelah mendapat sms itu, dan saya berterima kasih atas kiriman tersebut, saya jadi terpekur.. Apakah kita tidak boleh menikmati kesenganan duniawi.. Apakah kesenangan dunia, yang sifatnya memang temporal, selalu bersifat divergen (selalu berlawanan) dengan kebahagiaan di akhirat? Jujur aja.. siapa sih yang tidak menginginkan rumah luas, mobil bagus yang bisa mengantar kita, serta istri (keluarga) yang shalehah dan  senantiasa mendukung kita? Saya pernah menemui sebuah hadis “Ada tiga perkara yang dapat membahagiakan anak Adam; istri shalehah, rumah yang megah dan kendaraan yang mewah.” (mohon maaf saya tidak bisa membahas status hadis ini, selain copas dari sumber terpercaya di internet :D)..
Jika kita melihat sejarah, memang pada umumnya banyak dari kaum yang dibutakan oleh kesenangan  duniawi sehingga mereka lupa tujuan sesungguhnya hidup didunia .. tapi menafikan kesenangan terhadap duniawi , saya pikir juga sama tidak baiknya.. dengan menghindari kesenangan yang ditawarkan oleh duniawi, termasuk hal2 yang abstrak seperti kemenangan, keberhasilan .. tingkat prestatif seseorang,tanpa disadari, bisa turun sehingga dia tidak lagi berbuat lebih baik untuk dirinya, keluarga dan masyarakatnya.. walaupun ada motivasi mendapat pahala di akhirat dengan melandasi ibadah , tetapi saya pikir sudah menjadi sifat alamiah manusia akan lebih termotivasi jika peluang dan kenikmatan benar2 terlihat di depan mata…

2 comments so far

  1. belajarhidup on

    Assalamualaikum pak Dewa, lama ndak ketemu. [piye arep ketemu, kau disana(jkt) aq disini(sby)😀 ]
    Memang sepahit apapun, klo memang kewajiban ya harus tetap dijalani.
    Btw, nuntut ilmu agama itu wajib, makanya dijalani ajah. Moga di jkt sana, pak Dewa bisa intens ngaji ke pak ustadz. N ati2 pilih ustadz, jgn yang kayak ulil abshor ;)).

  2. pribadidewa on

    Waalaikum salam ..
    hehe … emang ada tah ustad namanya ulil.. ?
    gak pernah dengar tuh ?
    lagian yang terpenting bukanlah dari siapa kita belajar .. tapi apa yang kita pelajari ..
    Toh Allah menganugerahkan pikiran kepada kita untuk menilai benar dan salah ..
    bukankah ada pepatah yang berbunyi.. “ambilah hikmah sekalipun keluar dari mulut anjing”
    btw makasih atas nasihatnya ..

    -hanya agar kita tidak selalu bersedih-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: