Antara COBIT dan HABIT

COBIT adalah singkatan dari Control Objective for IT. COBIT ini singkatnya merupakan framework manajemen untuk menentukan IT process yang cocok di sebuah perusahaan. Sedangkan HABIT yang maksudkan adalah framework manajemen baik untuk PRIBADI maupun organisasi yang ditawarkan oleh Stephen Covey dalam bukunya 7 Habits of Effective People dan dilanjutkan dalam buku 8th Habit.

COBIT pada versi 4, terdapat 34 IT Process yang terbagi dalam 4 domain. yaitu “Planning & Organizing” yang berisikan proses2 perencanaan  seperti Strategic Plan IT, perencanaan anggaran IT , Acquire & Implement yang berisikan proses-proses implementasi seperti Analisis, Desain dan implementasi software , Deliver & Support yang berisikan proses support seperti penanganan SLA , perawatan  , Monitoring  & Evaluate yang berisikan proses-proses seperti monitoring dari kontrak , kesesuaian kontrak dengan hukum dlsb. Masing-masing IT Process memiliki Maturity Level yang terdiri atas 5 tingkat yaitu tidak ada sama sekali, baru mulai, berulang-ulang namun intuitive, memiliki prosedur, prosedur termonitor dan terakhir ada pengembangan untuk masa depan. Beberapa perusahaan besar skala kecil maupun besar , tanpa memandang letak dan posisinya dalam peta geografis dunia kebanyakan berada pada posisi berulang-ulang namun intuitive. Hal ini berarti kebanyakan perusahaan yang menerapkan proses IT tidak memiliki prosedur melainkan hanyalah sebuah kebiasaan yang berulang-ulang.

Dalam 7 Habits, Stephen Covey menegaskan bahwa organisasi bisa  maju dan berkembang adalah organisasi yang mission statementnya dilakukan oleh semua pihak. Tidak hanya dari atas kebawah. Dalam bukunya 8th habit, Stephen membagi perkembangan peradaban menjadi beberapa tingkatan era. Dari berburu, bertani, industri, dan akhirnya kebijaksanaan. Sampai abad ke 20 banyak perusahaan masih menerapkan pola pikir industrial dimana manusia lebih rendah daripada mesin. jika membeli mesin adalah investasi, namun membeli (baca menggaji) pekerja adalah beban. Tak pelak lagi hal ini mendorong banyak pemikiran yang menjadikan buruh dan pemilik modal sebagai pihak yang tak pernah bisa akur. Pola pikir dalam manajemen pun lebih banyak memberikan reward dan punishment. Kontrol diberlakukan secara ketat. Namun hal itu diakhiri pada abad ke 21 dimana kreatifitas menjadi sokoguru utama perusahaan. Covey menjelaskan bahwa berorientasi hasil jauh lebih baik daripada berorientasi proses. Biarkan bawahan anda yang mengembangkan. Kontrol pada hasil, bukan pada proses.

Sekilas  ada perbedaan besar jika filosofi COBIT dan HABIT diterapkan dalam proses manajemen  IT. Meskipun IT sendiri adalah benda, jaringan, infrastruktur, IT juga memiliki brainware atau manusia pelaksana. Yang lebih penting lagi adalah informasi yang terkandung dalam IT tersebut. Beberapa perusahaan mungkin menganggap keberadaan IT sangat tidak signifikan terhadap proses bisnisnya. Namun jika informasi yang terkandung dalam IT adalah informasi marketing, SDM, finansial, bisa dibayangkan apa yang terjadi jika infrastruktur IT perusahaan tersebut hancur . COBIT menekankan kontrol yang ketat, sementara HABIT menekankan keleluasaan untuk mencapai hasil. Hal inilah yang mungkin menyebabkan banyak perusahaan di dunia menerapkan prosedur IT yang hanya pada skala berulang-ulang namun intuitive. Namun bukan berarti control tidak diperlukan. Dalam kasus jari 3 milyar, seorang buruh menang menuntut perusahaannya karena jarinya terpotong gerinda yang perusahaannya tidak memiliki SOP menjalankan gerinda.

Prosedur bisa dianalogikan sebagai rambu-rambu. Sama seperti pagar yang membatasi jalan. Namun pagar saja tidak cukup. jangan sampai pagar tersebut membelenggu kreatifitas sang sopir sehingga sopir tersebut ragu-ragu untuk memberikan idenya sehingga mempercepat jalan mencapai tujuan.  Buatlah pagar hanya di pinggir jalan-jalan. Dalam hal ini HABIT bisa berperan membuat sang sopir kreatif dan COBIT menjaga agar kreatifitas menjadi tidak berbahaya.

2 comments so far

  1. ulliee on

    CoBIT? wah..jadi ingat masa2 perjuangan dulu😀

  2. pribadidewa on

    hehe .. iya mbak ullie.. habis baca buku 8th Habit jadi ingat Cobit , akhirnya nulis dah.. mungkin juga karena pronounce nya mirip Qobil dan Habil ya ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: