Menjadi tua, sebuah pilihan ?

 

Seorang rekan menanyakan kepada saya perihal tulisan saya, Being wise is a must, being old is a choice. gak kuwalik ta mas ?. Karena biasanya semboyan itu bertuliskan Being old is a must, being wise is a choice, yang kalo diindonesiakan kurang lebih menjadi tua itu pasti , menjadi dewasa itu pilihan.
Saya hanya menjawab .. Menjadi dewasa itu harus, merasa tua itu pilihan..

Namun apakah ketuaan itu hanyalah sebuah perasaan?. Tidak bisakah ketuaan itu menjadi benar-benar pilihan?
Seperti yang didendangkan oleh Alpha ville .. “forever young . i wan’t to be forever young….”

 

 


Ketuaan erat sekali kaitannya dengan usia, dan usia erat sekali kaitannya dengan waktu. Jika kita memandang dari sudut pandang waktu, memang waktu akan terus berjalan dan kita jelas tidak akan bisa melawan. Jika usia kita hari kemarin 25 tahun , maka usia kita saat ini adalah 25 tahun lewat 1 hari.
Namun sebagian besar dari kita yang tidak mengetahui bahwa konsep waktu yang kita pakai saat ini hanyalah salah satu dari konsep2 waktu yang pernah ditawarkan oleh para ilmuwan. Konsep waktu yang kita pakai saat ini adalah konsep waktu yang ditawarkan newton, dimana waktu adalah suatu entitas yang muncul secara sekuensial dan dapat diukur. Konsep lain ditawarkan oleh kant-leibniz dimana waktu adalah kejadian-kejadian yang terjadi secara sekuensial. Waktu bukanlah sesuatu yang mengalir, suatu yang bergerak dan tempat bagi terjadinya sesuatu. Waktu adalah kejadian itu sendiri. Dalam hal ini saya tidak bisa membahas lebih dalam karena memang bukan keahlian saya untuk berbicara disini😀. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini bisa dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Time.

 

Senada dengan konsep yang ditawarkan kant-leibniz, maka ketuaan dapat didefinisikan tidak hanya melalui satuan-satuan waktu, namun juga kejadian-kejadian yang melingkupi kita. Katakanlah usia anda 30 tahun namun anda telah mengalami kejadian-kejadian yang membuat anda layak dihargai sebagai seorang profesor. Maka bisa jadi “usia” anda lebih tua daripada mereka yang masih hidup di dunia ini selama 40 tahun. Atau walaupun anda sudah 50 tahun tapi anda masih kuat bekerja dan belajar sebagaimana mahasiswa 20 tahun, bolehlah nilai ketuaan anda masih setara dengan mereka. Dalam hal ini, saya bisa saja menyebut titik puspa yang berusia 70 tahun, lebih muda, daripada -bahkan- anaknya sendiri.

 

It’s very classic.. substantially yes .. mereka yang kuliah khususnya di ITS pasti pernah memahami “konsep target hasil dan target waktu” .. but classic although simple is easy forgetable… Dalam hal ini, banyak diantara kita yang karena merasa sudah tua jadi tidak mau belajar lagi, bekerja, stagnan , dan merasa ketakutan dengan semakin bertambahnya usia, Selain itu juga merasa aneh jika melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang berusia muda, sementara tidak ada argumen rasional kenapa kita merasa takut, kecuali sebuah statemen “sudah bukan saatnya”. Orang2 seperti kolonel sanders justru melakukan sesuatu yang akhirnya bisa mengenalkan dirinya ke seluruh penjuru dunia setelah beliau pensiun. Orang2 yang berusia tua namun masih bisa menjaga makanan, olahraga dan selalu gembira pun bisa secara fisik tetap menjadi lebih muda daripada mereka yang berusia lebih tua. Dan seorang kawan saya -yang usianya lebih muda dari saya- pun tidak perlu merasa excited pada saat dia memperoleh undangan dharma wanita dari kantornya bekerja. Bagi para penuntut ilmu , tentulah sudah tidak asing dengan pepatah yang berasal dari ucapan Muhammad Rasulullah, Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.

 

Namun konsep seperti ini juga membawa konsekuensi. Karena kita tidak diatur oleh ‘usia’, kita sendirilah yang harus bijaksana mengatur ‘usia’. Kita harus bijaksana pada setiap pilihan kita. Kita bisa memilih tongkat yang kita angkat, namun tak bisa memilih ujungnya. Jika kita makan dan minum, misalkan jika usia kita 40 tahun kita tentu harus bijaksana untuk tidak mengkonsumsi sate kambing seenaknya, kecuali ada jamu agar tidak terkena strok saat mengkonsumsi sate kambing. Toh sekalipun usia anda masih 20 tahun-an, tetap akan lebih baik jika anda mengkonsumsi makanan secara bijak. Bagi mereka yang baru lulus dan pengen bekerja di perusahaan besar harus juga menyadari bahwa perusahaan-perusahaan lebih suka memberikan batasan usia untuk bekerja ..

Saya disini tidak menisbikan sama sekali konsep waktu berdasarkan satuan2 karena konsep tersebut adalah bagian yang telah membawa dunia kedalam modernitas. Namun konsep tersebut adalah salah satu konsep yang pernah ada dan juga untuk melawan ketakutan dan keburukan yang ditawarkan oleh waktu seperti juga ditawarkan oleh modernitas, kita terkadang perlu membawa pemahaman lain dalam kehidupan kita.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: