Financial Planning For Unplanner

Membaca blog ini saya jadi senyum sendiri. senyum bukan karena menyenyumkan mas purna yang selalu tersenyum dan tulisannya yang sering bikinsenyum..terutama setelah saya dinobatkan sebagai komentator ke 250. tapi memikirkan komentar sebagaian orang awam yang punya kebutuhan banyak dan penghasilan sedikit dan tidak terbiasa mengidentifikasi kebutuhan di masa depan atau sederhananya “kita biasa hidup hanya untuk hari ini. untuk hari depan? biarlah Allah menunjukkan rezekinya “. Bagi orang2 seperti mereka, bisa menabung untukhari ini saja sudah merupakan prestasi yang luar biasa.

Inti dari perencanaan keuangan menurut saya, khususnya untuk mereka yang berfikir bahwa “life and work for today and no plan for tommorow”, adalah membedakan kebutuhan dengan keinginan.

Kebutuhan disini adalah apa yang benar2 kita butuhkan ,yang jika tidak dilakukan akan membuat kita gak bisa hidup ..ada alasan mendasar kenapa kita harus mengeluarkan anggaran untuk kebutuhan itu ,dalam hal ini, menabung (sekecil apapun) bisa dimasukkan dalam kategori kebutuhan.

Sedangkan keinginan adalah kebutuhan kita untuk memenuhi prestige, gengsi , sopan santun dan lain sebagainya yang jika kita lakukan tidak akan ada apa 2 selain perasaan ingin dipuji, dipandang baik, dicap sebagai orang yang ber etika dan sebagainya. bagi saya itulah ‘shahadat’ bagi seseorang yang benar2 ingin melaksanakan finansial planning .
Artinya selama kita masih belum memenuhi hal itu dan masih terpengaruh gengsi duniawi .. secanggih apapun teori yang ingin diterapkan .. teori itu akan gagal .. hal ini terbukti dari adanya orang2 dengan penghasilan tinggi namun tak mampu memenuhi ‘kebutuhan’ hidupnya dan selalu terjebak pada hutang.

Setelah seseorang berkomitmen semacam itu .. barulah bisa diterapkan pemikiran2 semacam menabung , membayar hutang, bisnis kecil2 an dan lain sebagainya… atau toh kalo memang dia tidak mau berfikir macem2 .. ya cukuplah ditabung dulu untuk mengantisipasi pengeluaran mendadak karena sakit dan lain sebagainya …Allah selalu menjamin rezeki ?.. well .. tapi jangan lupa bahwa “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS. al-Isro’ : 26)

Dalam hal ini saya sama sekali tidak menyalahkan tulisan tersebut, karena dalam agama islam pun shahadat saja tidak cukup, ada instrumen 2 lain semacam sholat, puasa, zakat serta naik haji. Dalam konteks selanjutnya bisa dikatakan kita dapat melakukan instrumen2 dalam perencanaan finansial yang saya yakin sudah banyak buku yang membahasnya semisal manajemen hutang, manajemen investasi, manajemen kartu kredit dan lain sebagainya.

2 comments so far

  1. galih on

    Definisi kebutuhan jika tak dipenuhi maka kita tidak bisa hidup? Ya sud, berarti hidup saja di stren kali Ciliwung, makan sehari sekali, pakai pakaian bekas, ke kantor jalan kaki…. toh tetap bisa hidup kan?

  2. pribadidewa on

    akan berbeda antara kebutuhan seorang mas galih yang dijakarta bergaji 2 digit ke atas dengan seorang mas galih yang lain yang datang dari desa, ijasah gak sampe sma, tidak punya sodara di jakarta dan tidak punya pekerjaan apa2..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: