Keraguan adalah awal dari kebenaran, masih relevankah ?

Di tengah metromini yang sedang melaju perlahan2 .. entah kenapa terbersit perkataan lama dari 2 filsuf besar , yaitu al Ghazali dan descartes yakni “keraguan adalah awal dari kebenaran…”
Sebelumnya mohon maaf , karena saya juga bukan filsuf .. jadi kalo ada filsuf (atau ngaku filsuf:P) yg baca ini mohon maaf jika terlalu dangkal..
apakah pernyataan tersebut merupakan sebuah statemen yang relevan untuk kondisi modern (atau post modern ) ini ? .. dimana terkadang arus informasi begitu cepat dan pilihan begitu banyak. Akan sangat banyak membutuhkan waktu jika kita harus meragukan ,  meneliti dan mendalami satu persatu dari pilihan2 yang begitu banyak …

Apalagi sekarang banyak sekali buku2 pengembangan kepribadian yang mengajarkan bahwa kita harus yakin bahwa sesuatu yang kita yakini benar jika kita ingin mencapai sesuatu .. Contohlah The Secret yang mengajarkan bahwa untuk mencapai tujuan , kita hanya harus menginginkan tanpa harus memikirkan bagaimana caranya .. Universe yang akan mengantarkan kepada anda, atau menunjukan jalannya… dan buku2 seperti 7 habits tidak ada satupun yang mencantumkan keraguan sebagai suatu jalan kebenaran (dalam artian kebenaran untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan )…
dalam disiplin ilmu komunikasi pun ada yang namanya self fullfillment prophecy dimana kebenaran (baik sebuah jalan berwujud kesuksesan, kemenangan dlsb ) bisa menemukan jalannya jika diyakini bahwa hal tersebut adalah benar ..
Dalam khazanah seni bahwa kebenaran untuk muncul harus diyakini didendangkan dengan apik dalam lirik “there’s can be miracle when you believe ” oleh Whitney Houston dan Mariah Carey ..

Nah, apakah kita harus percaya sepenuhnya kepada realitas yang ada dan menafikan keraguan sama sekali.. saya tidak ingin menjadi bagian yang berlebihan dari kedua pemahaman tersebut karena bagaimanapun juga sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.. seperti yang secara apik termaktub dalam al Qur’an
“…makan dan minumlah, janganlah berlebih-lebihan/melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S. Al A’raaf 7: 31).
Ada saatnya kita ragu dan ada saatnya kita yakin .. namun menjadikan keraguan sebagai awal dari kebenaran ? , tidak selalu kita harus seperti itu ..

Apakah saya menulis ini karena ragu terhadap statemen dari kedua filsuf tersebut?. Tentu tidak. Saya tidak menafikkan pendapat mereka begitu saja. Seperti yang tertulis dalam the Secret , jangan ikut kegiatan anti terorisme , tapi ikutilah kegiatan pro perdamaian.. Saya lebih suka disebut menulis bukan sekedar hanya karena keraguan terhadap statemen tersebut ..tapi juga karena keyakinan saya terhadap hal lain dan pengalaman masa lalu yang secara tidak sadar ikut mentrigger timbulnya pendapat yang muncul secara sepintas …
Wallahu a’lam

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: