Antara karyawan dan pengusaha ..

Dulu sewaktu saya menjadi mahasiswa, selalu ada rekan2 yang memotivasi untuk jadi pengusaha
bahkan yang extrem ada trainer yng mengatakan kalo pengen sukses.. silahkan bakar ijazah anda..
Namun setelah membaca buku safir senduk yang berjudul “Siapa bilang karyawan gak bisa kaya” saya jadi berfikir bahwa kedua profesi itu sama saja, yang membedakan adalah skupnya..
Sekarang coba kita bandingkan beberapa aspek dari pegawai dan pengusaha..yang saya ambil dari hasil guratan pemikiran kecil saya

Pegawai      
Gaji ‘kecil’     
Resiko kecil     
Bisa dipecat     
Bisa mengembangkan diri    
Bisa mencari kerja ditempat lain jika tidak puas
Customernya bos      
Harus menabung, ikut asuransi dlsb untuk masa depan   
Punya penghasilan lain    

Pengusaha
‘Gaji’ Besar
Resiko Besar
Bisa ditinggal customer
Bisa mengembangkan perusahaan
Bisa mencari customer lain jika harga kurang pas
Customernya pasar
Harus investasi untuk keberlangsungan perusahaan
Punya diversifikasi usaha

Nah, saya pikir sementara cukup itu dulu, mungkin diantara anda ada yang bertanya
pada bagian bisa mencari tempat lain ..  emang semudah itu ? ..
nah, kalo kita jadi pengusaha pun, apakah bisa semudah itu mencari customer lain yang mau membeli dengan mahal ..both of them need creativity serta kemampuan kita untuk melakukan negosiasi dengan customer kita…
jika kita sebagai pegawai..coba pikirkan apakah memang kemampuan kita layak untuk dihargai dengan harga segitu, Seberapa signifikan kemampuan kita terhadap ada tidaknya perusahaan, extrimnya apakah perusahaan akan kolaps jika kita gak ada…kalau tidak, lebih baik anda  mengasah kemampuan anda terlebih dahulu sehingga anda bisa menjual kemampuan dengan harga lebih mahal …  Untuk masalah kemampuan, menurut survey kemampuan menggunakan komputer saat ini paling dibutuhkan secara umum oleh perusahaan…
Kemudian pada bagian bisa mengembangkan diri, apakah sebagai pegawai bisa semudah itu? Saya tiap hari kerjanya ngetik melulu..nah disini andalah yang harus kreatif dan pintar2 mencari celah.. dimana anda bisa mengembangkan diri..anda bisa berdiskusi dengan teman, mencari wawasan2 tambahan dari buku ..misalkan anda membaca buku mengatur keuangan dengan benar dan bisa mengaplikasikannya .. anda juga sudah berkembang, paling tidak untuk diri anda sendiri .. anda berlatih komunikasi yang baik dengan teman kerja, yang mungkin dikemas dalam bentuk rumpian ..juga bisa dikategorikan mengembangkan diri… nah agar kelihatan perkembangannya , tentunya kita juga harus punya target. Yang sederhana saja , misalkan saya minimal harus punya tabungan sekian pada jangka sekian, atau, saya minimal tidak nervous jika bertemu dengan orang yang baru saya kenal… dan tentu saja, berusahalah untuk disiplin terhadap target anda buat
membandingkan aspek pengembangan diri (perusahaan) untuk pengusaha, mereka juga harus kreatif, tekun dan pintar mencari celah dimana mereka bisa mengembangkan usaha.. banyak pengusaha mengalami masa2 sulit sebelum mereka bisa benar2 kaya..

Jadi saya simpulkan bahwa pegawai dan pengusaha sama saja.. keduanya sama2 butuh kreativitas, inovasi, dan terutama disiplin dan semua nilai2 yang dibutuhkan untuk maju.. jika kita ingin menjadi pegawai / pengusaha yang maju
Saya memang tidak menyarankan untuk jadi pegawai terus2 an, Ada saatnya kemampuan yang anda dapatkan dengan menjadi pegawai, dimaanfaatkan untuk berkembang dan membantu mereka2 yang masih menganggur …namun, jika kita belum siap dan masih mencintai pekerjaan kita.. gak ada salahnya koq jadi pegawai..

9 comments so far

  1. haikal on

    scope -> cakupan .. belum pernah dengar kalo scope jadi skup😉

  2. Doni on

    Setuju banget dengan artikel ini, namun bagaimanapun kalo dua hal kreatifitas (pegawai + pengusaha) dilakukan dan punya modal, sudah tentu cepat kaya pengusaha.

  3. Yudha BS on

    Kurang pak, keuntungan yang paling diunggulkan dengan menjadi pengusaha adalah bisa memilih waktu libur sendiri, kapan ingin kerja kapan ingin istirahat, dan bisa membuat aturan sendiri.
    Pegawai ? tidak bisa sebab harus terikat dengan aturan yang dimiliki oleh perusahaan.

  4. pribadidewa on

    @yudha & pak doni
    tull sekali pak.. tapi kalo belum siap dan nekat jadi pengusaha . bisa berdarah2 duluan …
    banyak pengusaha memulai usahanya dengan kedisiplinan dan kegetiran yang luar biasa….

  5. Choiru (CHOY) on

    Pengusaha dan Pegawai sama-sama membutuhkan hal-hal seperti kreativitas, tanggung jawab, disiplin, konsisten untuk meraih keberhasilannya di bidang masing-masing.
    Keduanya dapat sukses asalkan memiliki sesuatu hal seperti diatas tadi – tergantung dari mana cara subjek pelaku memandangnya.
    Seorang pegawai yang kaya raya karena dapat gaji dan tunjangan besar sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan mengembangkan perusahaan orang lain bisa memiliki berbagai anggapan tentang dirinya, antara lain :
    – Sudah cukup seperti ini, kebutuhan saya terpenuhi, status sosial dimasyarakat terpandang karena sudah cukup kaya, tidak ada pikiran untuk bersusah2 menjadi pengusaha yang penuh dengan resiko.
    – Berpikir menjadi pengusaha, karena sehebat apapun dia kerja, yang lebih kaya tentu si pengusahanya. tetapi tetap tidak menjadi pengusaha.
    – Akan beralih menjadi pengusaha, ini membutuhkan mental yang luar biasa. Biasanya orang seperti ini yang akan sukses, karena dia telah banyak belajar dari sistem dimana dia bekerja sebelumnya.

    Sedangkan Seorang Pengusaha :
    – Selalu berusaha untuk survive karena dia menyadari hidupnya hanya tergantung dari usahanya – tidak ada yang mengasihani dia – dia akan dipaksa melakukan yang terbaik.
    – Tidak akan pernah berpikir untuk menjadi pegawai, karena tidak pernah punya mental untuk mundur.
    -Berusaha untuk mengontrol 100% usahanya, dan mengontrol semua bawahannya, agar sistem usahanya berjalan dengan semestinya. Meskipun udah jadi big boss, karena walaupun udah punya GM, dia tetap mengontrol GM.
    -Skop yang dipikirkannya lebih luas, aspek Management, Kebijakan, Politik, karena banyak faktor yang mempengaruhi keberadaan usahanya.

    Intinya menjadi pengusaha lebih memiliki keberanian yang ekstra luar biasa untuk keluar dari zona pegawai yang juga cukup menjamin kehidupan. Siap susah dulu, siap ngorbanin harta pribadi dulu untuk perusahaan.

    Conclusion- Kalo menurut saya, tujuan hidup bukan hanya sekedar jadi pengusaha atau pegawai. Kesuksesan itu tergantung kita memandang kesuksesan kita sendiri.

    Let say, jadi pegawai, kalo menikmati kenapa nggak? dia tidak harus takut akan kebangkrutan perusahaan-walaupun bertanggung jawab juga. Lakukan yang terbaik untuk perusahaan kita. Tingkatkan nilai jual kita – go ahead. Nikmati waktu luang untuk membahagiakan keluarga-bersosial terhadap masyarakat-berbagi-berbakti kepada ORTU – dan yang paling penting Beribadah Kepada Tuhan-karena itu tujuan hakiki.
    Silahkan memilih yang terbaik menurut anda..

  6. ary on

    Kalo jadi Karyawan bisa kaya, kenapa Bapak Safir Senduk tidak menjadi karyawan saja?Kenapa Malah menjadi pemilik kantor konsultan perencana keuangan?

    Mohon sharing dulu ma pak Safir Senduk ya, soalnya saya takut anda salah menafsirkan yang dituliskan beliau.

    Jangan khawatir, saya bukan pengusaha.
    Saya adalah seorang karyawan yang sangat menikmati pekerjaann saya (ini beneran!) dan gaji yang saya sudah cukup menikmati penghasilan saya

  7. pribadidewa on

    kaya disini dalam artian bisa mencukupi kebutuhan sehari2 dan masa depan pak .. bukan berarti banyak uang ..
    anyway banyak juga lo orang yg banyak uang tapi gak bisa memenuhi kebutuhan hidup …
    insya Allah itu yang saya tangkap dari tulisan bapak safir senduk …
    Salah satu poin dari tulisan bapak safir senduk memang kalo bisa karyawan lama 2 juga membuka bisnis / investasi sendiri
    sehingga bisa kaya dalam artian banyak uang..
    namun .. kadang bagi beberapa orang .. membuka usaha sendiri berarti meninggalkan pekerjaannya .. membuang ijazahnya .. dan itu sangat menyeramkan😀 .. bisa bayangkan jika anda (dan sudah berkeluarga) 1 bulan saja tidak terima gaji dan tidak ada uang .. atau 1 minggu saja homeless (seperti yg pernah dialami mr robert kiyosaki ) ….

  8. Ari on

    Nabi Muhammad pernah berkata bahwa rejeki umat manusia 90% dari peniagaan, jadi alangkah ironinya jika banyak umat manusia berdoa meminta dimudahkan rejekinya, namun mereka sama sekali tidak berniaga (berjualan/berdagang) jadi yang mereka perebutkan hanya rejeki yang ada di 10%nya saja.

    Hidup jangan pesmis jo, karena Allah menjamin rejeki kita, kita hanya menjemputnya.

    Dan ingat, Nabi besar Muhammad saja berdagang, jadi kenapa kita tidak mencontoh beliau.

  9. pribadidewa on

    @ari
    fyi.. nabi muhammad pernah jadi tukang gembala .. selain itu beliau juga tidak berdagang untuk dirinya sendiri .. tapi untuk siti khadijah yang akhirnya jadi istrinya …
    memang sih .. dimana2 marketing itu selalu dapat untung lebih besar ..padahal wawasannya sering cuma wawasan luar doang ..😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: